Penelitian ini memfokuskan pada identifikasi dan karakterisasi berbagai fenomena visual Gunung Merapi selama periode 1990-2011. Fenomena yang diamati meliputi pertumbuhan kubah lava, guguran lava pijar, awan panas, dan letusan eksplosif. Analisis terhadap data visual ini bertujuan untuk mengungkap hubungan antara berbagai jenis fenomena visual dengan tingkat aktivitas vulkanik Merapi.
Sejak didirikannya "Vulkaan Bewaking Dienst" pada September 1920, tugas utama lembaga vulkanologi di Indonesia telah konsisten diarahkan pada upaya mitigasi bencana gunung api. Lembaga ini, yang kemudian berkembang menjadi badan vulkanologi modern, senantiasa berupaya untuk memahami proses vulkanik, memantau aktivitas gunung api, serta mengembangkan sistem peringatan dini guna meminimalisir dam…