Text
ANALISIS METAL DISTRIBUTION (%) BERDASARKAN VARIASI UKURAN PARTIKEL SAMPEL BIJIH EMAS PT. X PADA DIAGNOSTIC LEACH TEST DI BALAI BESAR PENGUJIAN MINERAL DAN BATUBARA TEKMIRA
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi ukuran umpan yang optimal untuk proses diagnostic leach test terhadap masing-masing unsur Au, Ag, dan Cu dari sampel bijih emas PT. X dan mendapatkan fraksi ukuran optimal untuk proses diagnostic leach test kepada sampel bijih PT. X, serta mengetahui jenis mineral yang melingkupi target emas pada sampel bijih PT.X. Bijih emas dapat berasal dari hasil eksplorasi yang berbeda-beda, dengan kandungan mineral pengotor yang berbeda-beda seperti mineral sulfida dan karbonat. Oleh karena itu, metode Diagnostic Leach Test atau pelindian secara bertahap ini dipakai dalam penelitian, untuk dapat mengetahui karakteristik bijih untuk proses ekstraksinya. Selain itu untuk mengetahui kelarutan logam lain seperti: Ag (perak) dan Cu (tembaga). Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Emas (Au) di tahap I atau CN - 1 memiliki persen distribusi metal yang rendah pada partikel kasar (149 µ) yakni sebesar 58,66% dibandingkan dengan partikel halus (37µ) dapat melindi hingga 62,79%, Tahap I merupakan pelindian emas dalam bentuk native element. Hal ini merujuk pada fraksi ukuran kasar (149µ), emas masih belum terliberasi terbungkus oleh matriks mineral yang lainnya dan masih tersembunyi didalamnya. Pada pelindian HCl – 1 terlihat bahwa emas tersembunyi dalam mineral kalsit, dolomit, geothit dan karbonat. Ukuran optimal untuk Emas (Au): pada ukuran 37 µ paling tinggi persen logam terlarut/ tinggi nilai metal distribution nya pada penambahan CN- 1 (native element). Ukuran optimal untuk Perak (Ag): ukuran 74 µ paling tinggi persen logam terlarut/ tinggi nilai metal distribution nya pada penambahan CN-2 (carbonates locked). Ukuran optimal untuk Tembaga (Cu): ukuran 149 µ paling tinggi persen logam terlarut/ tinggi nilai metal distribution nya pada penambahan CN-3 (arsenopyrite locked). Fraksi ukuran optimal untuk proses diagnostic leach test terhadap sampel bijih PT. X untuk target emas (Au) adalah 37 µ, dan apabila diterapkan pada perusahaan maka ukuran partikel paling optimal adalah 37 µ, karena fokus dari penilitian ini berfokus pada logam emas dan pada penelitian ini total metal distribution (%) paling tinggi pada ukuran partikel 37 µ pada tahap DLT tahap pertama yakni CN Leach 1 (native element) sebesar 62,79% dibandingkan ukuran partikel yang lain pada logam emas dan sisa Au di Aqua Regia Residue sebesar 3,03%. Jenis mineral yang melingkupi target logam emas adalah mineral sulfida, yaitu pirit, arsenopirit, marcasit dan galena. Adapun fungsi asam HCl dan HNO3: HCl merusak mineral-mineral karbonat (CO3) contohnya: kalsit untuk mengambil logam utama seperti: Au, Ag dan Cu. Sedangkan asam HNO3 merusak mineral-mineral sulfida (S) contohnya: pirit, arsenopirit untuk mengambil logam utama seperti: Au, Ag dan Cu. Selektivitas CN atau sianida berperan dalam melindi Au atau emas sebagai prioritas pertama, selanjutnya Ag/perak, dan Cu/tembaga, secara berurutan. Saran dari penelitian ini adalah melakukan penelitian lanjut dengan fraksi ukuran optimal yang diperoleh yaitu 37 µ dengan sampel yang lebih representatif.
Tidak tersedia versi lain