Text
PENGARUH JUMLAH UMPAN BATUBARA PADA BURNER TERHADAP SUHU BADAN ROTARY KILN DALAM PELEBURAN NICKEL PIG IRON DI SMELTER H PT INDONESIA WEDA BAY INDUSTRIAL PARK
PT. Indonesia Weda bay Industrial Park (PT. IWIP) berkolasi di Weda Tengah, Maluku Utara resmi didirikan pada 30 Agustus 2018. PT. IWIP adalah pabrik pengolahan pemurnian bijih nikel dengan teknologi pirometalurgi/Rotary kiln - Electric Furnace (RKEF). Kalsinasi adalah penghilangan kadar air yang terikat secara kimia dari bijih kering, sekaligus direduksi untuk dilakukanya pengurangan atau penghilangan oksigen dari nikel dan oksida besi dalam kalsin. Dalam proses kalsinasi ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil kalsin. Penelitian ini menentukan hubungan antara variabel yang diuji yaitu variabel terikatnya merupakan suhu badan kiln 4 dan variabel bebasnya adalah serbuk batubara (bahan bakar burner). Penelitian ini menggunakan metode statistik pengolahan data uji korelasi pearson (Pearson Correlation) dan Regresi Linear Berganda. Pada metode uji korelasi pearson nilai Pearson Correlation antara serbuk batubara (bahan bakar burner) 1 dan suhu badan kiln 4 memiliki nilai 0,775 (korelasi kuat). Pada analisis regresi linear berganda mengenai data jumlah material masuk (ore dan batubara reduktor) dengan serbuk batubara (bahan bakar burner) nilai koefisien regresi atau menunjukan persamaan yaitu Y = 0,0452x + 2,2749 menunjukan nilai R2 = 0,7006. Dari nilai R2 tersebut dapat disimpulkan bahwa hubungan koefisien jumlah material masuk (ore dan batubara reduktor) dengan serbuk batubara (bahan bakar burner) dapat dinyatakan cukup baik. Berdasarkan persamaan linearnya, kebutuhan serbuk batubara (bahan bakar burner) akan meningkat seiring dengan peningkatan jumlah jumlah material masuk (ore dan batubara reduktor). Serbuk batubara (bahan bakar burner) berpengaruh terhadap jumlah jumlah material masuk (ore dan batubara reduktor). Pada hasil pengolahan data menggunakan metode regresi linear berganda, dimana x1 = material masuk (ore dan batubara reduktor) dan x2 = serbuk batubara (bahan bakar burner) didapatkan persamaan : Y = 270,47 + 1,54x1 + 28,95x2 dengan nilai R2 = 0,698, dari nilai yang didapatkan yang memiliki arti bahwa material masuk dan serbuk batubara masuk memiliki pengaruh hampir 70% terhadap suhu badan kiln 4 dan penambahan 1% serbuk batubara memiliki efek 28,98 kali terhadap suhu badan kiln 4 dibanding penambahan 1% material masuk yang hanyak memiliki efek 1,54 kali terhadap suhu badan kiln 4.
Lebih lanjut parameter proses lain seperti tekanan angin penyedot (x3), kecepatan skala motor (x4), dan tekanan angin besar (x4) bersamaan dengan parameter material masuk (x1) dan serbuk batubara masuk (x2) dianalisis dengan persamaan linear berganda menghasilkan persamaan : Y = 270,47 + 0,92x1 + 32,35X – 0,043x3 + 0,07x4 + 0,13x5 dengan nilai R2 = 0,698, dan terlihat bahwa pengaruh serbuk batubara (x2) leboh besar daripada persamaan linear sebelumnya.
Tidak tersedia versi lain