Text
ANALISIS PENGARUH BIDANG LEMAH TERHADAP DESAIN GALIAN RENCANA TAHUN 2024 MENGGUNAKAN METODE MORGENSTERN PRICE DAN PARAMETER GEOLOGICAL STRENGTH INDEX (GSI) DI PIT Z BANKO TENGAH B PT BUKIT ASAM Tbk PROVINSI SUMATERA SELATAN
Analisis pengaruh bidang lemah terhadap desain galian rencana tahun 2024 di Pit Z dilaksanakan di PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. PTBA merupakan sebuah perusahaan pertambangan batubara yang menggunakan sistem penambangan terbuka. Pada Pit Z Banko Tengah B PTBA terdapat banyak struktur geologi pada batuan yang berkembang dan menjadi suatu permasalahan pada kestabilan lereng. Struktur geologi yang terdapat pada area tersebut diantaranya kekar dan rekahan yang disebut juga sebagai bidang diskontinu yang menjadi sebuah bidang lemah pada lereng. Perlu dilakukan analisis kestabilan lereng untuk menghitung FK dan PK dengan adanya pengaruh bidang lemah yang sesuai berdasarkan KEPMEN ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018 dengan jenis lereng keseluruhan (overall slope) dan inter-ramp, menggunakan kriteria keparahan longsor yang tinggi. Metode yang digunakan untuk menganalisis kestabilan lereng untuk mendapatkan nilai FK adalah Metode Kesetimbangan Batas Morgenstern-Price dengan kriteria keruntuhan Mohr Coulomb dan Generalized Hoek Brown dan untuk mendapatkan PK menggunakan simulasi Monte-Carlo dengan bantuan software GeoStudio. Analisis dilakukan pada 3 section yang terdiri dari section A-A’, B-B’, dan C-C’ dengan model lereng high wall dan memiliki litologi penyusun lereng yang sama yang terdiri dari claystone, coal, siltstone, dan sandstone. Kondisi yang mempengaruhi kestabilan lereng dimodelkan melalui getaran peledakan sebesar 0,05 g, kondisi muka air tanah yang berada pada elevasi +70, adanya pengaruh bidang lemah yang di implementasikan sebagai nilai GSI. Pada kondisi lereng overall dengan pengaruh bidang lemah, didapatkan nilai FK dan PK yang masih dikategorikan stabil dan aman yaitu FK = 1,18 dan PK = 1,2% untuk lereng overall high wall section A-A’, FK = 1,142 dan PK = 0,655 untuk lereng overall high wall section B-B’, FK = 1,149 dan PK = 0% untuk lereng overall high wall section C-C’, dan pada lereng overall tanpa adanya pengaruh bidang lemah pada section A-A’ didapatkan nilai FK = 1,312 dan PK = 1,106%, section B-B’ didapatkan FK = 1,17 dan PK = 1,212%, section C-C’ didapatkan nilai FK = 1,238 dan PK = 0,501%. Adanya pengaruh bidang lemah menjadi salah satu pengaruh yang cukup besar dan signifikan terhadap kondisi kestabilan suatu lereng dengan presentase angka pengaruh 12% untuk section A-A’, 2,54% untuk section B-B’, dan 8,09% untuk section C-C’. Optimasi yang dilakukan berupa perubahan, perbaikan desain lereng yang bertujuan untuk memaksimalkan material yang terambil, sehingga didapatkan nilai FK dan PK pada lereng overall high wall yaitu FK = 1,153 dan PK = 3,61% pada section A-A’, FK = 1,129 dan PK = 3,55% pada section B-B’, FK = 1,103 dan PK = 1,25% pada section C-C’.
Tidak tersedia versi lain