Text
PENGARUH SEGMENTASI BAHAN PELEDAK DAN PENGGUNAAN DOUBLE DECK PRIMER TERHADAP FRAGMENTASI BATUAN HASIL PELEDAKAN DI PT DYNO NOBEL EXPLOSIVE (DNX INDONESIA) SITE MARTABE, PROVINSI SUMATERA UTARA
Peledakan di PT DNX Indonesia site Martabe menggunakan teknologi segmentasi bahan peledak, namun pada beberapa lokasi peledakan masih tidak dapat menerapkan teknologi segmentasi. Beberapa lokasi menerapkan strategi double deck primer untuk meningkatkan efektivitas peledakan, namun pada kondisi aktual, boulder tetap muncul sebagai hasil dari peledakan di lokasi-lokasi tersebut. Oleh karena itu, dilakukan penelitian terhadap teknologi yang sudah diterapkan oleh perusahaan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap hasil peledakan. Penelitian ini dilakukan di Pit Purnama dan Pit Barani dengan metode penelitian kuantitatif. Pengambilan data yang dilakukan dimulai dari pengambilan foto fragmentasi batuan hasil peledakan, pengambilan data pre-load sheet dan loading sheet di lokasi penelitian. Pengolahan data menggunakan bantuan software WipFrag dan menggunakan analisis perbandingan. Dari hasil analisis perbandingan antara software WipFrag dan metode Kuz-Ram, didapatkan selisih rata-rata dari kedua metode yaitu sebesar -3,97%. Berdasarkan analisis, metode segmentasi menghasilkan material boulder sebanyak 1,20%, D80 sebesar 30,42 cm dan rata-rata Xmax berukuran 66,6 cm. Peledakan tanpa menggunakan segmentasi menghasilkan boulder sebanyak 8,28%, D80 sebesar 41,06 cm dan rata-rata Xmax berukuran 102,14 cm. Pada penggunaan double deck dan segmentasi secara bersamaan menghasilkan material boulder sebanyak 0,94%, sedangkan pada penggunaan double deck dan tidak menggunakan segmentasi menghasilkan hasil yang kurang baik dengan persentase boulder yaitu 10,08%. Pada kondisi peledakan yang tidak menggunakan segmentasi dan menggunakan double deck primer menghasilkan fragmentasi yang tidak optimal dibandingkan dengan lokasi normal yang tidak menggunakan segmentasi dan tidak menggunakan double deck primer.
Tidak tersedia versi lain