Text
ANALISIS GEOMETRI PELEDAKAN TERHADAP FRAGMENTASI HASIL PELEDAKAN UNTUK MENDAPATKAN UKURAN KURANG DARI 40 CM DI PIT MENYANGO PT RIUNG MITRA LESTARI KABUPATEN MURUNG RAYA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
Penelitian ini dilaksanakan di Pit Menyango PT Riung Mitra Lestari, Kabupaten Murung Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. Tujuannya adalah untuk memperoleh ukuran fragmentasi yang sesuai dengan standar perusahaan yaitu kurang dari 40 cm. Metode penelitian yang digunakan adalah data kuantitatif untuk mengukur dan menganalisis masalah terkait geometri peledakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa geometri peledakan aktual di Pit Menyango menggunakan burden sebesar 5 m dan 7 m, serta spacing sebesar 6 m dan 8 m. Nilai burden dan spacing ini ditentukan berdasarkan luas area di lapangan. Kedalaman rata-rata bervariasi antara 3 m hingga 8,2 m, sesuai dengan kondisi aktual di lapangan. Berdasarkan pengolahan dan analisis data menggunakan Software WipFrag 3.3 menunjukkan bahwa ukuran batuan maksimum mencapai 142 cm, dengan ukuran ayakan 40 cm dan persentase tertinggi boulder mencapai 54,15%. Berdasarkan hasil analisis regresi linier sederhana, nilai korelasi dan determinasi tidak menunjukkan yang kuat. Oleh karena, itu dilakukan analisis regresi berganda sebanyak delapan kali. Hasilnya menunjukkan bahwa variabel stemming, powder column, pemakaian handak, powder factor dan subdrilling memiliki pengaruh yang kuat dengan nilai 0,69 untuk koefisien korelasi dan 0,47 untuk koefisien determinasinya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa geometri peledakan tidak dapat diprediksi hanya menggunakan satu variabel bebas karena mengacu pada hasil analisis regresi sederhana semua parameter harus dihubungkan untuk melihat sebab akibat dari seluruh geometri peledakan. Perencanaan geometri usulan untuk trial 1 di area Hauling menggunakan kedalaman lubang 8 m dengan powder column 4 m, dan stemming 3,5 m. Kemudian, untuk trial 2 di area Sump, direkomendasikan kedalaman lubang 7 m dengan powder column 3,5 m dan stemming 3 m. Keduanya menggunakan nilai powder factor yang sama yaitu 0,24 kg/m3. Hasil digitasi menggunakan Software WipFrag 3.3 menunjukkan bahwa ukuran batuan trial 1 mencapai maksimum 28 cm, dengan ukuran ayakan 40 cm dan persentase tertinggi boulder mencapai 0%. Sementara itu, ukuran batuan trial 2 menghasilkan fragmentasi maksimum mencapai 25,6 cm, dengan ukuran ayakan 40 cm dan persentase tertinggi boulder mencapai 0%. Dengan demikian, hasil dari kedua trial tersebut sesuai dengan target perusahaan, yaitu kurang dari 40 cm dengan persentase boulder sebesar 10%.
Tidak tersedia versi lain