PERPUSTAKAAN POLITEKNIK ENERGI DAN PERTAMBANGAN BANDUNG

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of OPTIMASI PENGENDAPAN SLURRY FINES THICKENER HASIL SECONDARY MILLING DI PT ANEKA TAMBANG Tbk UNIT BISNIS PERTAMBANGAN EMAS PONGKOR
Penanda Bagikan

Text

OPTIMASI PENGENDAPAN SLURRY FINES THICKENER HASIL SECONDARY MILLING DI PT ANEKA TAMBANG Tbk UNIT BISNIS PERTAMBANGAN EMAS PONGKOR

SYARIEF, Kartika Alicia - Nama Orang;

PT Aneka Tambang Tbk Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor merupakan industri pertambangan yang bergerak di bidang pertambangan emas yang berlokasi di Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Saat ini, PT Aneka Tambang Tbk UBPE Pongkor melakukan optimasi proses pengolahan pada bagian penggerusan atau milling yang dinamakan dengan secondary milling. Namun, penerapan proses secondary milling menghasilkan ukuran fraksi -325 mesh yang lebih tinggi dibandingkan dari proses normal sehingga menyebabkan proses pengendapan pada overflow fines thickener menjadi keruh. Kondisi ini disebabkan karena keluaran partikel halus (slurry) dari overflow mill cyclone yang masuk ke dalam fines thickener memiliki jumlah yang sangat banyak.
Untuk membantu proses pengendapan slurry pada fines thickener diperlukan penggunaan flokulan maupun koagulan. Penggunaan koagulan dapat membantu mengikat atau membentuk partikel koloid tersuspensi yang tidak dapat mengendap menjadi fine floc. Selain itu, koagulan dapat meningkatkan kejernihan air yang keruh pada bagian overflow. Flokulan dapat mengikat fine flocs dan membentuk flocs yang berukuran besar dan dapat mempercepat penurunan pengendapan partikel. Untuk mengatasi permasalahan yang ada, maka dilakukan uji pengendapan secara batch sedimentation (jar test) dalam skala laboratorium.
Pengujian uji pengendapan slurry secondary milling dilakukan di Laboratorium Metalurgi PT Antam Tbk UBPE Pongkor. Pengujian dilakukan sebanyak tujuh kali, diawali dengan studi literatur, studi lapangan dan pengamatan proses, serta preparasi sampel slurry dan larutan flokulan maupun koagulan. Slurry diambil dari keluaran overflow mill cyclone pada plant 1, lalu dilakukan penimbangan dan penyesuaian persen solid berdasarkan parameter pengujian pada masing-masing percobaan. Percobaan dilakukan untuk mengetahui penggunaan flokulan dan koagulan yang efektif untuk fines thickener. Variabel pengujian yang digunakan yaitu jenis flokulan, dosis flokulan, dan variasi persen solid.
Pengujian diawali dengan evaluasi pengendapan sampel slurry hasil dari proses normal dengan proses secondary milling. Pengujian ini dilakukan untuk melihat perbedaan pengendapan yang terjadi. Selanjutnya dilanjutkan dengan uji flokulasi menggunakan flokulan Y “existing” pada sampel normal dan sampel secondary milling. Setelah dilakukan pengujian kedua, selanjutnya dilakukan pengujian hanya pada sampel secondary milling dengan adanya variasi jenis flokulan. Pengujian pengendapan selanjutnya dengan adanya uji variasi jenis flokulan X dan flokulan Y serta penambahan koagulan Z. Pengujian kelima dilanjutkan dengan adanya variasi jenis dan dosis flokulan dengan penambahan koagulan Z. Setelah melakukan pengujian kelima, maka dihasilkan jenis dan dosis flokulan yang optimum, yang dilanjutkan pada pengujian ketujuh dengan dilakukannya uji variasi persen solid.
Hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pengendapan yang dilakukan pada sampel secondary milling memerlukan adanya penambahan koagulan Z dengan dosis 4,4 L/ton ore. Hal ini dikarenakan jumlah fraksi halus pada secondary milling lebih banyak dibandingkan proses normal yang menyebabkan partikel koloid tersuspensi pada slurry secondary milling sulit untuk mengendap. Pada pengujian pertama sampel secondary milling (0,039 mm/s) memiliki nilai kecepatan pengendapan yang lebih tinggi dibandingkan sampel normal (0,036 mm/s). Sedangkan nilai TSS yang dihasilkan secondary milling menghasilkan nilai yang sangat tinggi yaitu sebesar 8750 mg/L sedangkan proses normal yaitu 1250 mg/L. Setelah dilakukanya uji flokulasi existing kecepatan pengendapan secondary milling masih menghasilkan kecepatan pengendapan dan nilai TSS (0,048 mm/s; 6875 mg/L) yang tinggi dibandingkan proses normal (0,047 mm/s; 925 mg/L). Hasil yang didapatkan dari adanya uji flokulasi existing masih belum baik, sehingga dilakukan pengujian dengan adanya variasi jenis flokulan hanya untuk sampel secondary milling. Pengujian ini flokulan X menghasilkan nilai settling rate dan TSS (0,043 mm/s; 5375 mg/L) sedangkan flokulan Y (0,048 mm/s; 6875 mg/L). Dengan adanya variasi jenis flokulan, baik flokulan X maupun flokulan Y masih menghasilkan nilai TSS yang sangat tinggi sehingga percobaan selanjutnya dilakukan dengan adanya penambahan koagulan Z.
Pengujian yang dilakukan dengan adanya penambahan koagulan Z pada dosis 4,4 L/ton ore flokulan X menghasilkan nilai settling rate dan TSS sebesar (0,039 mm/s; 20 mg/L) dan flokulan Y (0,036 mm/s; 27 mg/L). Dengan adanya penambahan koagulan, partikel halus yang tidak mengendap dapat terikat dan mengendap karena adanya proses koagulasi. Percobaan selanjutnya merupakan pengujian dengan adanya variasi jenis dan dosis flokulan, baik flokulan X maupun flokulan Y dengan adanya penambahan koagulan Z. Pada pengujian ini, semakin tinggi dosis flokulan maka nilai settling rate yang dihasilkan semakin tinggi. Hubungan ini dinyatakan dalam nilai koefisien determinasi yang dihasilkan. Koefisien determinasi yang dimiliki oleh flokulan X yaitu R2 = 0,7631 atau 76,31% sedangkan flokulan Y menghasilkan nilai R2 = 0,7767 atau 77,67%. Sedangkan semakin tinggi dosis flokulan yang diberikan maka nilai TSS akan menurun, hubungan ini dinyatakan dengan adanya nilai koefisien determinasi yang dihasilkan.
Flokulan X menghasilkan koefisien determinasi sebesar R2 = 0,7594 atau 75,94% sedangkan flokulan Y menghasilkan koefisien determinasi sebesar R2 = 0,7234 atau 72,34%. Dosis optimum pada pengujian ini untuk persen solid 20% baik flokulan X (0,040 mm/s; 19 mg/L) maupun flokulan Y (0,037 mm/s; 25 mg/L) yaitu pada dosis 0,02kg/ton ore. Sehingga dapat dikatakan flokulan X memiliki kinerja pengendapan yang lebih baik dibandingkan flokulan Y maka pengujian dilakukan dengan adanya variasi persen solid menggunakan flokulan X dengan adanya penambahan koagulan. Pengujian keenam menghasilkan semakin tinggi persen solid maka nilai kecepatan pengendapan yang dihasilkan akan semakin rendah dalam penggunaan dosis flokulan yang sama. Hubungan ini dinyatakan dengan adanya koefisien determinasi R2 = 0,9858 atau 98,59% dengan persamaan y = -0,0012x + 0,0617. Sedangkan semakin tinggi tinggi persen solid berpengaruh terhadap nilai TSS yang dihasilkan. Hubungan antara persen solid dengan nilai TSS menghasilkan nilai koefisien determinasi sebesar R2 = 0,7197atau 71,97% dengan persamaan y = 2,3x + 17.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi REF 669 SYA o
TA0065
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
REF 669 SYA o
Penerbit
Bandung : PEP Bandung; 2022., 2022
Deskripsi Fisik
xiii, 77 hlm.; 29.5 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
REF 669
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Tugas Akhir
Teknologi Metalurgi
Info Detail Spesifik
D3 - Teknologi Metalurgi 2019
Pernyataan Tanggungjawab
Kartika Alicia Syarief
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN POLITEKNIK ENERGI DAN PERTAMBANGAN BANDUNG
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?