Text
OPTIMALISASI SECONDARY TIME UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI KERJA ALAT LOADER PADA KEGIATAN OVERBURDEN REMOVAL DI PT MANDALA KARYA PRIMA, KABUPATEN NUNUKAN, KALIMANTAN UTARA
Kegiatan Praktik Kerja Industi II dilakukan di PT Mandala Karya Prima Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Perusahaan ini bergerak di bidang kontraktor penambangan untuk Jobsite PT Mandiri Inti Perkasa dalam membongkar overburden dan menambang batubara. Berdasarkan pengamatan, sering ditemukan kegiatan yang menjadi penghambat dalam pengupasan overburden, sehingga diperlukan perbaikan untuk mencapai target produksi pengupasan overburden.
Waktu hambatan (loss time) membuat produktivitas tidak tercapai. Pada tugas akhir ini, waktu hambatan yang dibahas adalah before rest dan wait hauler – after rest. Produktivitas yang ditargetkan 760 bcm/jam menjadi menurun dikarenakan hambatan ini. Pemecahan masalah yang digunakan untuk mengurangi waktu hambatan melalui tahap identifikasi yang dibantu oleh diagram fishbone. Dengan diagram tersebut sumber permasalahan bisa ditemukan. Hasil yang didapat adalah berasal dari kesalahan metode, lingkungan dan manusia. Hasil analisis yang didapat adalah kurangnya pengawasan unit HD 785 yang tidak kembali saat sebelum istirahat atau rest time, yang mana menghasilkan waktu hambatan. Kemudian terjadinya waktu hambatan saat setelah istirahat atau wait hauler – after rest. Terkait pengumpulan data melakukan pengukuran langsung dilapangan dan dilengkapi hasil wawancara operator HD 785 terkait adanya waktu hambatan tersebut.
Selanjutnya dilakukan simulasi untuk mengurangi waktu hambatan. Pada simulasi dibuat dengan melakukan pengawasan agar HD 785 dapat kembali ke front dan melakukan loading mendekati waktu istirahat. Lanjutan dari simulasi ini adalah membuat area parkir yang berada di tengah antara front dan disposal. Pembuatan area ini dimaksudkan agar HD 785 tidak parkir di area disposal terlalu awal. Area parkir juga dimaksudkan ketika selesai istirahat, HD 785 bisa lebih dekat ke front untuk melakukan loading sehingga tidak memakan waktu setelah istirahat. Setelah dilakukan perbaikan metode, dilanjutkan perbaikan pada permasalahan terkait manusia. Pengawasan dilakukan dengan membuat estimasi waktu untuk unit mana saja yang bisa parkir di area parkiran dan di front.
Dari hasil simulasi tersebut didapat jumlah UA dari 65% ke 74% selama 1 jam di waktu sebelum dan setelah istirahat. Dari hasil UA belum memenuhi ketentuan KEPMEN ESDM 1827 K MEM 2018 yaitu 75%. Hal ini dikarenakan adanya hambatan lain yang perlu dikaji ulang terkait cara pengurangannya. Area parkir tersebut juga memberikan manfaat untuk shift malam supaya tidak parkir di tepi jalan dan bisa menyebabkan insiden.
Tidak tersedia versi lain